News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Razia THM Kota Solok: Ocean dan Pacific Nihil, Charlie Kena 8 Botol Singaraja, Dugaan Aktivitas ADK–YS Alias ON Masih Ditelusuri

Razia THM Kota Solok: Ocean dan Pacific Nihil, Charlie Kena 8 Botol Singaraja, Dugaan Aktivitas ADK–YS Alias ON Masih Ditelusuri

KOTA SOLOK -- Operasi gabungan Polres Solok Kota, Subdenpom I/4-6 Solok dan Satpol PP Kota Solok pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026, kembali menempatkan Cafe Ocean dan Cafe Pacific dalam sorotan. Dua tempat hiburan malam tersebut sebelumnya disebut dalam informasi yang beredar berkaitan dengan dugaan aktivitas peredaran minuman beralkohol dan disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan seorang oknum berinisial ADK bersama warga sipil berinisial YS alias ON. Namun, pemeriksaan malam itu tidak menemukan minuman beralkohol di kedua lokasi.

Rangkaian pemeriksaan bermula dari sebuah rumah berwarna biru di Pogoh Residence yang sebelumnya menjadi perhatian karena diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan minuman beralkohol. Sebanyak 26 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan. Tetapi ketika petugas tiba, barang bukti yang menjadi sasaran tidak ditemukan. Penyisiran kemudian berlanjut ke Cafe Ocean dan Cafe Pacific, yang juga berakhir tanpa temuan minuman beralkohol.

Hasil nihil tersebut tidak serta-merta menghapus seluruh informasi yang sebelumnya muncul. Justru terdapat sebuah rangkaian peristiwa sebelum pemeriksaan yang kini menjadi bagian penting untuk ditelusuri. Sekitar pukul 20.30 WIB, sebelum petugas melakukan pemeriksaan, terlihat sebuah minibus berwarna biru berada di depan rumah di Pogoh Residence. Kendaraan tersebut disebut terlihat membawa sejumlah kardus dari lokasi tersebut.

Tidak lama kemudian, minibus itu bergerak meninggalkan Pogoh Residence menuju wilayah Saok Laweh, Kabupaten Solok. Seorang pria yang datang menggunakan sepeda motor juga terlihat berada di sekitar lokasi. Pertanyaan investigatifnya sederhana tetapi mendasar: apa isi kardus tersebut, siapa yang mengangkutnya, dan mengapa perpindahan itu terjadi sebelum petugas tiba melakukan pemeriksaan?

Sampai titik ini, tidak ada bukti yang dapat memastikan kardus tersebut berisi minuman beralkohol. Karena itu, redaksi tidak menempatkannya sebagai fakta. Namun, apabila sebelumnya memang terdapat informasi mengenai dugaan penyimpanan minuman beralkohol di rumah tersebut, lalu sesaat sebelum pemeriksaan terlihat adanya aktivitas pengangkutan kardus, maka rangkaian itu patut diverifikasi secara serius. Apakah kebetulan, atau ada informasi mengenai rencana pemeriksaan yang lebih dahulu diketahui pihak tertentu?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan karena Cafe Ocean dan Cafe Pacific, yang dalam informasi sebelumnya dikaitkan dengan ADK dan YS alias ON, juga tidak ditemukan barang bukti ketika diperiksa. Artinya, terdapat tiga titik yang menjadi perhatian awal—rumah di Pogoh Residence, Ocean dan Pacific—tetapi pemeriksaan tidak menghasilkan temuan minuman beralkohol. Jika sebelumnya terdapat dugaan aktivitas pelanggaran di lokasi-lokasi tersebut, maka perlu dijawab apakah aktivitas itu memang tidak pernah terjadi atau telah berhenti sebelum petugas datang.

Di sinilah posisi ADK dan YS alias ON perlu ditempatkan secara proporsional. Informasi mengenai dugaan keterlibatan keduanya dalam pengelolaan atau aktivitas usaha di Cafe Ocean dan Pacific belum dapat disebut sebagai fakta hukum tanpa keterangan resmi dan bukti yang menguatkan. Namun, jika benar keduanya mempunyai hubungan pengelolaan atau kepentingan terhadap lokasi tersebut, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai bentuk keterlibatan, status usaha, izin operasional, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Investigasi juga perlu membedakan antara tidak ditemukannya barang bukti saat razia dengan terbuktinya suatu tempat tidak pernah melakukan pelanggaran. Dua hal tersebut tidak identik. Pemeriksaan pada satu waktu hanya menggambarkan kondisi yang ditemukan petugas pada saat pemeriksaan. Karena itu, apabila sebelumnya terdapat informasi, rekaman, saksi, atau temuan lain mengenai aktivitas yang diduga melanggar aturan, semuanya tetap perlu diuji melalui proses verifikasi dan penyelidikan yang sah.

Menariknya, setelah Pogoh Residence, Ocean dan Pacific tidak menghasilkan temuan, tim gabungan melanjutkan penyisiran ke sejumlah tempat hiburan malam lainnya hingga sekitar pukul 00.30 WIB. Di Cafe Karaoke Charlie, petugas justru menemukan delapan botol minuman beralkohol merek Singaraja. Seluruhnya diamankan ke Polres Solok Kota untuk proses lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Solok Kota Iptu Daslucky membenarkan temuan tersebut.

Fakta tersebut membuat operasi malam itu menyisakan dua wajah sekaligus: di tiga titik yang sebelumnya menjadi sorotan tidak ditemukan barang bukti, sementara di lokasi lain justru ditemukan delapan botol minuman beralkohol. Karena itu, fokus investigasi berikutnya tidak cukup hanya berhenti pada hasil razia. Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah dugaan aktivitas di Ocean dan Pacific memang tidak terbukti, apakah informasi awal keliru, atau terdapat perubahan situasi sebelum pemeriksaan dilakukan.

Jika ADK dan YS alias ON memang tidak memiliki keterlibatan dalam pelanggaran sebagaimana dugaan yang beredar, klarifikasi resmi akan menjadi bagian penting untuk meluruskan informasi. Sebaliknya, jika terdapat bukti mengenai pengelolaan usaha, peredaran minuman beralkohol, atau bentuk pelanggaran lainnya, maka seluruhnya harus diproses berdasarkan bukti dan kewenangan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada vonis berdasarkan dugaan, tetapi juga tidak boleh ada dugaan serius yang berhenti tanpa verifikasi.

Kini satu rangkaian pertanyaan masih terbuka: mengapa kardus terlihat bergerak dari Pogoh Residence sebelum petugas tiba, ke mana tepatnya barang tersebut dibawa, siapa yang mengetahui rencana pemeriksaan, dan apakah peristiwa itu memiliki hubungan dengan Cafe Ocean, Cafe Pacific, ADK maupun YS alias ON? Jawabannya tidak boleh dibangun dari spekulasi. CCTV, keterangan saksi, identitas kendaraan, dokumen perizinan, keterangan pengelola, serta hasil penyelidikan aparat dapat menjadi kunci untuk membuktikannya.

Investigasi ini belum selesai. Razia yang menghasilkan nihil di Pogoh Residence, Ocean dan Pacific tidak otomatis menutup persoalan, sebagaimana temuan delapan botol Singaraja di Charlie juga tidak otomatis membuktikan seluruh dugaan sebelumnya. Justru rangkaian peristiwa tersebut membuka ruang bagi penegak hukum untuk bekerja lebih dalam: memastikan siapa yang bertanggung jawab, menelusuri dugaan perpindahan barang sebelum pemeriksaan, menguji informasi mengenai ADK dan YS alias ON, serta memastikan seluruh tempat hiburan malam di Kota Solok tunduk pada aturan yang berlaku. Publik tidak membutuhkan tuduhan; publik membutuhkan jawaban yang dapat dibuktikan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar